Tips Mencegah Anak Mendapat “Bullying” di Sekolah

Bullying merupakan perilaku di mana seseorang atau sekumpulan orang yang secara berulang memanfaatkan ketidakseimbangan kekuatan dengan tujuan untuk menyakiti korban baik secara fisik maupun mental.

Maka dari itu, biasanya bullying sering dialami oleh anak dengan kekhususan tertentu sehingga dia merasa sedih atau bahkan stress.

Parahnya lagi, kebanyakan anak tidak berani menyatakan hal tersebut pada orangtuanya sendiri. Padahal anak yang kurang berkomunikasi dengan orangtua bisa meyebabkan minimnya percaya diri pada anak. Hal inilah yang kemudian menyebabkan anak menjadi korban bullying.

Menurut seorang psikolog, Liza Marielly Djaprie “Menyakiti secara mental atau fisik kepada seseorang secara berulang-ulang dan tanpa sengaja, merupakan ciri bullying,”

Liza juga menjelaskan setidaknya ada enam tipe bullying, yaitu fisik (Penindasan) membawa-bawa ras, seksual, cyber, keuangan, serta verbbal. Dewasa ini, kasus bullying verbal sedang marak terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

Salah satunya adalah memberi nama julukan atau mengejek orang lain. Meskipun terdengar remeh, efek dari bullying verbal ini sangatlah berbahaya, karena bisa menimbulkan sakit kepala atau bahkan stress.

“Efek bullying verbal memang tidak terlihat, namun Anda akan stres serta sakit kepala jika mengalaminya. Membuat Anda malah menyakiti dan menyalahkan diri sendiri,” tambah Liza.

Bullying verbal ini bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan pada siapa saja, khususnya di lingkungan sekolah. Data dari UNICEF menunjukkan sekitar 50% anak melaporkan pernag mengalami bullying di sekolah.

Salah satu pendiri komunitas Sudah Dong (Komunitas anti bullying Indonesia), Katyana Wardana menambahkan. “Bullying sering terjadi di sekolah yang mengakibatkan minat dan prestasi sekolah yang munurun, bolos sekolah, atau bahkan pindah sekolah,”

Bullying verbal atau yang dikenal juga dengan calling name (Julukan) ini bisa dihindari dengan cara memberikan rasa percaya diri pada anak, menanamkan nilai positif, memberitahukan bahwa namanya itu baik. Karena, bullying verbal ini biasanya terjadi apabila nama korban diejek.

“Anda bisa menanamkan nilai positif, memberikan kepercayaan diri, sebab jika anak percaya diri ia rentan terkena korban bullying,” tambah Liza.

Hal tersebut diungkapan pula Giring Ganesha, ayah dari tiga orang anak sekaligus vokalis Nidji. “Biasanya saya memberi pengertian pada anak bahwa sebuah nama yang merupakan doa baik agar si anak tetap percaya diri jika menjadi bahan olokan teman-temannya,”.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments