Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Suami, Inilah Tanda Cinta Istri yang Sering Engkau Abaikan

Dalam kehidupan berumah tangga, tentu sangat dibutuhkan yang namanya saling mengerti dan memahami antara pasangan. Karena masing-masing pihak punya kodrat tersendiri yang tak mungkin disamakan.

Dalam hal ini kebanyakan para suami biasanya jarang bisa memahami cinta sang istri meskipun sudah menjalin hubungan rumah tangga sejak lama.

Kebanyakan para suami seringkali menganggap bahwa istrinya itu cerewet dan lain sebagainya, padahal si istri sedang membicarakan isi hatinya. Dan tak jarang juga dianggap sangat mengganggu konsentrasi dari aktivitas yang dilakukan si suami.

Namun tahukah kamu (Suami)? Sikap mengutarakan isi hati atau curhat itu merupakan sebuah tanda bahwa istri kamu merasa nyaman, sehingga dia mau berbagi denganmu.

Perlu diketahui juga bahwasanya wanita itu mempunyai kodrat seperti itu. menurut sebuah penelitian wanita itu setiap harinya membutuhkan bicara hingga 20000 kata dan itu harus habis.

Selain itu, ketika seorang wanita sedang dilanda masalah atau kesulitan, maka akan mencari tempat untuk mencurahkan isi hatinya tersebut. Tentu tidak semua orang akan ia jadikan sebagai tempat curhat, ia hanya akan curhat pada orang yang ia rasa pantas dan bisa membuatnya tenang.

Lain halnya dengan laki-laki yang lebih suka menyelesaikan masalahnya sendiri sehingga jarang sekali butuh tempat curhat. Sedangkan wanita baru akan bisa menyelesaikan masalahnya ketika ia sudah membagi masalahnya pada orang lain.

Wanita juga punya pandangan bahwa berbagi kesulitan itu merupakan sebuah tanda cinta dan bukti dari sebuah kepercayaan. Jadi jangan kesal jika suatu saat ata istri sering curhat dengan kamu, boleh jadi itu adalah sebuah tanda cintanya padamu.

Ketahuilah wanita itu bukanlah orang yang lemah dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Wanita juga bukanlah orang yang ‘cerewet’ dan hanya bisa bicara tanpa ada tindakan. Tapi, yang ia inginkan hanyalah memdapatkan kelegaan ketika ia berbagi dengan orang lain, terutama kamu (Suami).

Karakter wanita itu tidak malu jika ia punya masalah dan ia juga senang mengutarakan masalahnya kepada orang yang dipercayainya. Hal ini tentu sangat berbeda jauh dengan karakter laki-laki yang lebih senang menyimpan masalah dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Dan ketika menemui jalan buntu, dia lebih memilih untuk meminta saran pada yang ahli.

Selain itu, laki-laki juga lebih berorientasi pada hasil. Sedangkan wanita lebih suka dengan proses, yaitu proses antar indvidu dan juga cinta.

Bagi seorang istri yang bercerita kepada suaminya tentang masalah yang dihadapinya, ia hanya ingin didengarkan. Seorang istri ingin setiap kata-katanya didengar, dikomentari dan tidak diacuhkan. Namun wanita juga tidak suka dipotong ceritanya jika belum selesai, meski itu merupakan sebuah solusi.

Kebanyakan dari suami akan berkomentar saat istrinya tengah curhat, dengan perkataan:

“Masalah itu-itu lagi !!”

“Ini sudah kelima kalinya kamu membicarakan hal itu.”

“Bukannya kemarin juga kamu ngobrol tentang ini?”

Kata-kata tersebut merupakan sebuah kesalahan pertama di mana seorang suami tidak boleh menyela pembicaraan istrinya yang tengah curhat.

Masalah yang kedua adalah saat suami hanya mencari solusi dibandingkan sifat istri yang hanya ingin didengarkan saja. Contoh yang sering banyak terjadi adalah ketika istri mengeluh kecapekan karena mengurus rumah ataupun mengikuti pengajian dan rapat PKK.

Istri: Pa, hari ini aku capek banget

Suami: Itu karena kamu ikut rapat dan pengajian sekaligus. Kan bisa kamu pilih salah satu saja

Istri: Tapi kan, dua-duanya sangat penting buat tambah ilmu dan sosialisasi dan aku senang menjalaninya. Hanya saja tempatnya terlalu jauh.

Suami: Usulin aja tempatnya dijadiin satu, kan lebih enak.

Istri: Gimana bisa, kan panitianya beda

Suami: Kalau gitu ya ngga usah ngeluh gitu dong

Istri: Aku nggak ngeluh kok pa!

Suami: Lah yang tadi itu apa?

Istri: Papa memang ngga pernah bisa dengar aku

Suami: Kalau papa ngga dengerin, mana mungkin papa kasih solusi.

Hal tersebut terus berlanjut yang diakhiri dengan sikap cemberut dan kekesalan si istri.

Oleh karena itu buat para suami, meski kamu punya solusi, alangkah lebih baiknya mendengarkan saja keluhan seorang istri. Setelah itu dukunglah apa yang dilakukannya jika hal tersebut memang baik untuk dilakukan. Istri hanya ingin didengarkan saja sehingga akhirnya unek-unek yang ada di pikirannya bisa lega.

  •  
    280
    Shares
  • 280
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments