Pemuda Ini Mati Setelah Mendengarkan Musik

Jodoh, maut dan rezeki adalah sebuah misteri dalam kehidupan kita. Tak ada satupun orang yang tahu kapan dan bagaimana ia akan mati, entah itu baik atau buruk. Dan hanya Allah lah yang mengetahui segala nasib dan takdir seorang hamba.

Kematian, bisa menimpa siapa saja dan kapan saja tanpa pandang siapa dia. Jika sudah tiba waktunya, tak ada seorang pun yang bisa mengelak darinya. Ada yang meninggal dalam keadaan bermaksiat, seperti setelah pesta miras, di tempat hiburan, ataupun tengah melakukan tindak kejahatan lainnya.

Hal tersebut diharapkan bisa kita ambil pelajaran bahwa selama nyawa masih dikandung badan, jangan sampai kita langkahkan kaki ini ke jalan maksiat. Karena apa? Karena kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja.

Seperti yang dialami oleh seorang pemuda yang tengah sakaratul maut di sebuah rumah sakit ternama. Semua anggota keluarganya sudah berkumpul di sana dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an supaya keadaannya bisa lebih tenang.

Beberapa diantranya juga ada yang berdoa dan membimbing pemuda tersebut untuk membaca kalimat tauhid Laa ilaha illAllah. Namun tetap saja ia tidak bisa mengucapkannya.

Sakaratul yang dialami pemuda tersebut sangat menyakitkan dan berlangsung sangat lama, sehingga membuat resah anggota keluarganya. Di tengah kekalutan tersebut datanglah sahabat si pemuda yang juga sudah dikenal oleh keluarganya.

Sahabatnya tersebut kemudian berbicara mengenai keadaan sahabatnya yang tengah kesakitan dengan kondisi yang seakan-akan tengah terbakar. Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya diketahui bahwa pemuda yang sakaratul maut tersebut gemar mendengarkan musik jahiliyah.

Kemudian sahabatnya mengambil sebuah musik player untuk diperdengarkan pada pemuda yang sakaratul maut tadi. Selang beberapa saat, tubuh yang tadinya tegang dan terus meronta-ronta perlahan mulai melemas dan seakan sedang mengikuti alunan musik yang didengarkan.

Tak lama kemudian, nafasnya pun terhenti dan saat itu pula ia meninggal dunia. Inna lillahi wainna ilaihi rajiun.

Hikmah yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah seberapa inginkah kita mati dalam keadaan seperti itu? Apakah kamu ingin mati dalam keadaan sedang bermaksiat atau ingin mati dalam keadaan sedang beribadah kepada Allah?

Jika ingin hari akhirmu dalam keadaan beribadah, mulai dari sekarang rubahlah semua tingkah laku dan kebiasaan bermaksiat yang selama ini kamu lakukan. Mulailah untuk menata kembali ibadah-ibadah yang sudah lama kamu abaikan dan biarkan mulut ini dan telinga ini selalu mengucap dan mendengar alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Semoga Allah memberikan kita semua kematian yang khusnul khatimah. Silahkan bagikan jika dianggap ini bermanfaat. Semoga menjadi amal kebaikan yang tak pernah terputus.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments