Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jangan Kau Korbankan Aku Wahai Ayah dan Bunda

Anak adalah titipan dari yang Maha Kuasa, Allah SWT yang dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci. Di mana dalam dirinya belum ada pengetahuan sama sekali ketika akan menjadi janin. Selama ia berada dalam kandungan ia akan terus merekam semua kejadian yang ia dengar dan rasakan. Ia pun akan berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi di lura sana?

Oleh karena itu, salama dalam kandungan. Kondisi lingkungan sekitarnya harus benar-benar kondusif, terutama yang dekat dengan sang ibu. Hal ini bertujuan untuk membuat rasa nyaman pada bayi dan juga ibunya. Khususnya dalam urusan perkataan dan sentuhan yang kurang pantas untuk dilakukan.

Mungkin kita sering melihat seorang anak yang tidak sempurna, bukan? Padahal orangtuanya tak kurang suatu apapun. Misalkan anak yang (Maaf) agak autis, sedangkan ayahnya adalah seorang arsitek dan ibunya adalah seorang dokter yang fisiknya sempurna. Tapi, kenapa anaknya memiliki kekurangan?

Karena takdir, bisa jadi. Tapi, mungkin juga ada alasan lain yang melatarbelakangi semua itu.

Memang benar adanya bahwasanya manusia itu tidak ada yang sempurna dan pasti memiliki kekurangan. Akan tetapi kekurangan dalam hal fisik yang tidak pernah dimiliki oleh riwayat keluarga besarnya tentu akan menjadi suatu hal yang ganjil dan tidak wajar, bukan?

Mungkin itu disebabkan karena ketidakharmonisan dari kedua orangtuanya. Mengapa demikian?

Pastinya kita sering melihat seorang istri yang mengandung yang mulai dari awal kehamilan hingga waktu persalinan selalu saja bertengkar dengan suaminya. Hal tersebut yang akhirnya menyebabkan tensi darah sang istri jadi naik.

Mau tidak mau, janin yang dikandungnya pun akan ikut naik tensi darahnya. Sehingga menyebabkan sambungan sel-sel pada otaknya pecah. Jika hal tersebut terus tejadi, maka akan semakin banyak sel yang pecah. Jadi, tak heram jika anak yang dilahirkan akan mengalami gangguan kesehatan, baik yang sedang maupun serius.

Oleh karena itu, sebagai pasangan suami-istri yang sudah memutuskan untuk menjalin rumah tangga, rasa kepercayaan pada pasangan harus terus ditumbuhkan. Hal tersebut demi menjaga keutuhan dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah meyakinkan pasangan kamu bahwa kamu adalah suami / istri yang baik dan mampu bertanggungjawab atas apa yang sudah menjadi kewajibanmu. InsyaAllah ketentraman dan kedamaian dalam berumah tangga. Jangan korbankan anakmu karena keegoisanmu.

Silahkan dibagikan jika dianggap bermanfaat. Semoga menjadi amalan yang terus mengalir pahalanya.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments