Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Duh Bikin Mewek, Inilah 9 Kondisi Ibu Ketika Anaknya Merantau

Hampir setiap anak pasti akan ada kalanya harus meninggalkan rumah untuk merantau, baik itu bekerja maupun menuntut ilmu. Mungkin perasaan sedih itu pasti ada, karena harus berpisah dengan keluarga yang sudah lama bersama.

Tapi apa boleh buat, terkadang merantau itu adalah salah satu cara agar kita bisa belajar mandiri dan tidak selalu bergantung pada orangtua.

Namun, tahukah kamu bagaimana perasaan orangtua khususnya ibu ketika pergi merantau? Kesepian kah atau justru malah senang karena jatah makan berkurang? Hehehe

Daripada penasaran dan menduga-duga yang ngga jelas, mendingan kamu baca ulasan berikut ini. Yaitu mengenai hal-hal apa saja yang dirasakan ibumu ketika kamu pergi merantau. Sebelumnya jangan lupa siapkan tisu.

1. Bingung mau telepon atau SMS

Orangtua sangatlah berbeda dengan kamu yang sudah sangat akrab dengan teknologi (Meskipun tidak semuanya juga). Jadi maklum jika orangtua terkadang memaksamu untuk mengajarinya cara menggunakan handphone.

Tahukah kamu, kenapa? Itu semua tujuannya cuma satu, yaitu agar mereka bisa berkomunikasi dengan kamu kapanpun, ketika mereka merindukanmu.

2. Merasa ada yang hilang

Rumah yang dulunya selalu ramai dengan celoteh anak-anaknya tiba-tiba sunyi senyap dengan begitu saja. Kini tak ada lagi yang merengek minta makan atau uang jajan. Hal itu tentu membuat ibumu sangat sedih dan kesepian.

3. Terkadang merasa menyesal kerena pernah mengomel padamu

Ketika kamu masih di rumah dulu, mungkin sering mendapat yang namanya omelan dari orangtua khususnya ibu. Tapi ketahuilah, ibu mengomel padamu itu karena beliau sangat sayang sama kamu dan ingin yang terbaik untukmu.

Jadi ketika kamu pergi merantau, terkadang ibu akan merasa menyesal atau bahkan kangen untuk ngomeli kamu lagi.

4. Khawatir jika ada bencana di kota tempat anaknya merantau

Ketika ada bencana yang melanda kota di mana kamu merantau. Dengan segera ibumu akan menelepon dan menanyakan bagaimana kabarmu. Itu sudah pasti, karena mereka sangat khawatir dengan keadaanmu. Bahkan kalau bisa setiap detik pun ibumu selalu ingin tahu keadaan anaknya.

5. Diam-diam ibu akan menabung

Ketika kamu memutuskan untuk pergi merantau, saat itu juga ibumu akan berusaha untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Untuk apa? Ya untk mengunjungi kamu di kota perantauan, untuk memastikan keadaan kamu di sana. Apakah hidup dengan layak atau tidak?

6. Tiba-tiba membuat akun media sosial untuk tahu kegiatan anaknya

Mungkin untuk yang poin ini hanya untuk ibu-ibu masa kini saja. Bayangkan mereka sampai rela megikuti apa yang jadi kebiasaan anaknya supaya bisa selalu turhubung dengannya.

Lalu bagaimana dengan ibu kamu yang (Maaf) gaptek. Pernah ngga kamu berpikir betapa rindunya mereka dengan kamu?

7. Menyiapkan kata-kata pamungkas untuk tetangga

Yang namanya tetangga, pasti ada aja yang kepo. Tahu kalau kamu keluar kota, pasti mereka akan merecoki ibumu dengan berbagai macam pertanyaan.

Seperti, anaknya kerja di mana bu? Kuliah di mana bu? Gajinya berapa? Dan masih banyak lagi dengan yang lainnya. Dengan bangganya ibumu akan menjawab bahwa kamu baik-baik saja di sana, meskipun terkadang kenyataannya berbeda. Itulah sepatah doa yang selalu harapkan untuk anaknya.

8. Repot luar biasa ketika kamu bilang akan pulang

Ibu mana yang tak senang hatinya jika mendapat kabar kalau anaknya yang jauh di sana akan pulang? Tentu mereka akan menyibukkan diri menyiapkan ini, itu untuk menyambut kedatanganmu. Biasanya ibumu akan memasakkan makanan favoritmu, membersihkan rumah dan apapun yang sekiranya akan membuatmu senang.

9. Terkadang mereka merasa kamu akan pergi selamanya

Seiring dengan banyaknya tugas kuliah atau pekerjaan terkadang membuatmu lupa untuk pulang dan bahkan ngasih kabarpun juga jarang-jarang. Di rumah ibumu selalu berharap-harap cemas menunggu kabar darimu.

Terkadang ibu juga merasa kamu tak akan kembali. Apalagi jika kamu pergi dengan pasangan, rasanya peran beliau sebagai ibu selama ini akan terhenti begitu saja.

Anak yang sangat disayanginya kini sudah punya keluarga sendiri. Rasa takut akan kamu tinggalkan pun tiba-tiba menyergap dalam kesepiannya dan membuat air matanya menetes.

Buat kamu yang kini tengah merantau dan orangtua nya masih ada, sudahkah kamu menelepon atau SMS hari ini? Karena satu SMS atau panggilan saja sudah cukup untuk mengobati rasa rindu seorang ibu yang kini tengah mendoakan yang terbaik untuk kehidupanmu.

  •  
    145
    Shares
  • 145
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments