Begini Ciri-ciri Tahi Lalat yang Berpotensi Jadi Kanker

Kanker kulit adalah semua jenis pertumbuhan abnormal sel-sel kulit. Di Indonesia sendiri kasus kanker kulit terjadi sebanyak 17,5% dari semua kasus kanker yang ada.

Tahi lalat pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi ada kemungkinan berubah menjadi melanoma. Inilah jenis kanker kulit yang paling berbahaya karena kemampuannya untuk menyebar.

Dr. Afrimal Syafarudin, spesialis bedah Onkologi mengatakan. “Tahi lalat memang bersifat jinak, namun tahi lalat dapat berubah menjadi ganas dan menjadi kanker kulit. Untuk itu jangan remehkan tahi lalat,”.

Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal. Dr. Afrimal menjelaskan, ciri-ciri tahi lalat bisa menjadi kanker ialah harus kamu perhatikan perubahan ukuran, warna, bentuk, area sekitar, serta diameter tahi lalat.

“Perhatikan tahi lalat Anda. Jika warna tahi lalat tiba-tiba pucat, bentuk yang berubah dari bulat menjadi menepi, itulah tanda tanda tahi lalat ganas dan harus segera menghubungi dokter,” tambahnya.

Hal serupa pun ditegaskan oleh dr. Rachel Djuanda, SpKK. Ia menyatakan seseorang bisa membedakan tahi lalat ganas atau tidak dengan strukturnya, pertumbuhan, dan pelebaran. “Tahi lalat jinak strukturnya baik. Sebaliknya, jika ganas struktur buruk,” ujat dr Rachel.

Ditambahkannya bahwa tahi lalat jinak tumbuh lambat, bahkan tidak tumbuh. Tahi lalat macam ini juga tidak meluas ke jaringan sekitar apalagi ke pembuluh darah. Tipe kulit dan paparan sinar ultra violet matahari menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap angka kejadian melanoma maligna.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments