8 Perbedaan Antara Orang Kaya dengan Orang yang “Sok Kaya”

Pernah ngga kamu ketemu dengan orang yang suka pamer harta kekayaannya? Baik itu di dunia nyata maupun dunia maya.

Mungkin hal semacam itu bukanlah barang baru lagi. Atau mungkin salah satunya kini sedang bersama kamu? Seringkali kita terkecoh dengan penampilannya yang selalu glamour dengan gaya bicara yang selalu tinggi, padahal sebenarnya dia itu biasa-biasa aja atau bahkan (Sudahlah, kamu pasti tahu sendiri kan?)

Sebenarnya ada cara bagaimana cara mengetahui mana orang yang kaya beneran atau hanya “Sok kaya”. Mau tahu? Bagini caranya.

1. Orang kaya jarang atau bahkan ngga pernah memamerkan kekayaannya di media sosial. Karena mereka ngga butuh itu.

Cara membedakan orang kaya beneran atau hanya pencitraan paling gampang dilihat dari apa yang dia posting di sosial media. Misalkan, kita tahu bahwa dia itu punya barang branded tapi jarang dipublikasi di sosial media bisa jadi dia memang beneran orang kaya.

Orang yang secara finansial mapan tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain atas harta kekayaannya dengan over ekspos di sosial media.

2. Buat orang kaya, membicarakan kekayaan itu adalah hal yang gak penting. Sedangkan orang yang “Sok kaya” sebaliknya.

Cara yang kedua ini mungkin sudah biasa kita dengar. Orang yang ingin terlihat kaya cenderung banyak menunjukkan kekayaan lewat obrolan, baik di dunia nyata maupun sosial media. Biasanya, orang yang seperti ini suka mengeluarkan kata-kata.

“Duh, nanti kalau makan jangan di pinggir jalan ya (Kaki lima) soalnya gue ngga biasa tau”
“Bingung nih, nanti kalau mau balik ke Bandung naik apa ya? Tiket G*ruda yang first class udah habis lagi.

Pokoknya, orang yang seperti ini. Setiap kali bicara selalu ingin kelihatan wah. Padahal, kalau dilihat dari gaya hidupnya sehari-hari ya biasa aja.

3. Mereka yang kaya beneran ngga akan membicarakan apa yang dia miliki dengan orang yang bukan levelnya.

Mungkin kamu pernah atau punya temen yang sukanya ngomongin barang mahal terus. Mulai dari sepatu, tas, jam tangan, mobil dan lain sebagainya. Padahal, yang dia ajak ngomong itu ngga tahu barang begituan, karena juga bukan kelasnya.

Nah, kalau kamu pernah ketemu orang yang kayak gini, perlu kamu pertanyakan apakah dia beneran kaya atau tidak. Karena, orang yang beneran kaya tahu dia harus ngomong dengan siapa atas barang-barang branded apa saja yang dia miliki.

4. Selalu show off

Biasanya mereka hanya ingin terlihat kaya, baik itu lewat obrolan atau tindakan. Pokoknya orang seperti ini ingin selalu memperlihatkan kalau dia itu punya (Padahal tidak). Maka tak heran jika mereka selalu show off pada orang disekitarnya.

Misalkan lagi makan di cafe, kemudian semua gadget-nya dikeluarin. Padahal dia bawa tas untuk menyimpan gadget-nya. Namanya aja juga ingin show off, ya harus kelihatan yang lain dong, biar semua tahu.

5. Sirik dengan orang yang kelihatan lebih dari dia

Untuk orang yang kaya beneran, melihat orang yang lebih tajir darinya bukanlah masalah yang serius. Mereka ngga akan panik jika melihat temennya punya gadget terbaru atau barang lainnya. Karena, kalau dia pengen punya ya tinggal beli aja.

Sedangkan orang yang sok kaya, jika tahu orang lain punya barang baru, biasanya dia akan kebakaran jenggot. Kenapa bisa gitu? Karena dia takut tersaingi.

6. Tersinggung jika orang disekitarnya tidak mengakui kekayaannya

Selain gampang sirik dan punya jiwa kompetisi yang tinggi, orang sok kaya biasanya bisa jadi sensi ketika ia merasa lingkungan tidak mengakui bahwa dia orang kaya. Misalnya nih lagi jalan-jalan ke mall terus tiba-tiba sales-nya gak nawarin dia buat beli barang yang memang harganya mahal pasti dia marah. Kalimat yang umum dikeluarkan sih biasanya

Gila tuh orang gak nawarin gue. Emangnya dipikir gue gak bisa beli barang harga segitu apa?

Padahal secara naluriah nih sales penjualan biasanya bisa menilai, kira-kira orang yang ditawarin bisa beli apa enggak. Jadi kalau gak ditawarin ya kemungkinan besar karena memang menurut insting mereka orang tersebut gak sanggup beli.

7. Dari sekian banyak hal yang dia bicarakan hanya sedikit yang terealisasi

Mulai dari ngaku tinggal di daerah elit sampai bapaknya orang berduit sudah pernah diomongin. Punya mobil mewah sampai liburan ke luar negeri juga sering diceritain. Tapi dari sekian banyak cerita barang mewah dan vakansi borjunya itu, kamu jarang melihat bukti nyatanya. Ya gitu deh kebanyakan dari omongan dia hanya berakhir jadi cerita belaka

Kalau memang kaya, jangan sombongkan kekayaanmu. Justru sebaliknya, kamu seharusnya menyumbangkan untuk orang-orang yang kurang mampu. Bukanlah dunia ini akan lebih baik lagi jika semua orang dengan rela hati bisa saling menolong?

8. Ketika diajak nongkrong selalu melihat “di mana dan makan apa?”

Satu hal yang paling dikejar oleh orang sok kaya adalah pengakuan dari orang. Karenanya buat dia tempat makan atau nongkrong itu ya harus mengangkat derajatnya.Kalau enggak lebih baik pindah saja.

Orang model begini ogah banget kelihatan beredar di tempat-tempat yang “gak gaul” dan “kurang hitz”. Padahal ketika pesan makan sih menunya yang paling murah atau mungkin malah gak pesan sekalian. Kan yang penting check in sama foto

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments